Juli 31, 2025 | News Coverage

Gotong Royong di Hari Jadi Sula: PT Sumber Graha Maluku, TNI–Polri, dan Warga Bersihkan Pantai Falabisahaya

Sabtu pagi, 31 Mei 2025, tepian Pantai Falabisahaya terlihat lebih ramai dari biasanya. Ratusan karyawan PT Sumber Graha Maluku (SGM) bergabung bersama jajaran TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta warga dari Desa Falabisahaya dan Rawa Mangole untuk melakukan kerja bakti membersihkan area pantai yang berdekatan dengan Pelabuhan Falabisahaya.

Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Kabupaten Sula menjadikannya momen spesial untuk mempererat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

“Gotong royong ini bukan sekedar tentang bersih-bersih. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan. Apalagi bertepatan dengan ulang tahun kabupaten tercinta,” ujar Eko Masrabin, mewakili Hotlan Sitompul selaku Kepala Divisi HRGA PT Sumber Graha Maluku.

Mengapa Pantai Harus Bersih?

Pantai bukan sekadar pemandangan indah, tapi juga ekosistem penting bagi kehidupan. Limbah plastik dan sampah yang menumpuk bisa mengancam biota laut, mencemari air, serta mengganggu aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada laut dan pelabuhan.

Beberapa dampak dari pantai yang kotor:

  • Merusak habitat laut; sampah plastik bisa tertelan oleh ikan dan penyu, mengganggu rantai makanan.
  • Mengurangi pariwisata; pantai yang kotor membuat wisatawan enggan datang.
  • Mengganggu kesehatan; bau tak sedap dan genangan kotor bisa menimbulkan penyakit.

Dengan membersihkan pantai, kita tidak hanya memperindah lingkungan, tapi juga menjaga kelestarian ekosistem dan menciptakan ruang yang sehat bagi generasi sekarang dan mendatang.

Komitmen Jangka Panjang

PT Sumber Graha Maluku memastikan bahwa kegiatan ini bukan hanya aksi satu kali. Ke depan, perusahaan akan terus menginisiasi program sosial dan lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat. Menurut Eko, kolaborasi ini adalah modal sosial yang harus dijaga dan dirawat.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Membersihkan pantai hari ini hanyalah awal dari komitmen jangka panjang untuk menjaga bumi tetap layak dihuni,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang turut terlibat, termasuk aparat TNI-Polri dan pemerintahan desa yang hadir langsung dan bekerja bersama di lapangan.

Menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi, kesadaran, dan kemauan untuk bergerak bersama. Dari Falabisahaya, kita belajar: laut bersih, pantai asri, dan masyarakat peduli bisa berjalan berdampingan—asal ada niat dan aksi bersama.

×

WhatsApp

×