Juli 31, 2025 | News Coverage
PT Sumber Graha Maluku Tanam Kelapa Bido untuk Hijaukan Pesisir Falabisahaya
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, PT Sumber Graha Maluku (SGM) melaksanakan kegiatan penanaman Kelapa Bido di kawasan pesisir Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula. Aksi ini merupakan langkah nyata SGM dalam menghijaukan lingkungan sekaligus menjaga keberadaan tanaman lokal khas Maluku Utara.
Penanaman dilakukan di area belakang kantor perusahaan yang berbatasan langsung dengan pantai dan dermaga speedboat. Lokasi ini dinilai strategis dan simbolis, menunjukkan bahwa upaya menghijaukan bumi bisa dimulai dari halaman sendiri.
“Menanam bibit itu seperti menanam harapan. Butuh waktu, kesabaran, dan konsistensi,” ujar Hotlan E Sitompul, Kepala Divisi HRGA PT SGM, yang turun langsung untuk terlibat dalam kegiatan ini.
Menurutnya, kelapa Bido bukan hanya tanaman—tapi filosofi. Tumbuh dari kecil, mampu bertahan dalam cuaca ekstrem, dan menghasilkan buah dalam waktu singkat. Cocok dijadikan simbol semangat kerja dan ketekunan.
Mengapa Kelapa Bido?
Kelapa Bido merupakan jenis kelapa asli Maluku Utara yang dikenal unik karena mampu berbuah dalam usia muda, bahkan saat tinggi batangnya masih setara lutut orang dewasa. Selain cepat berbuah, kelapa ini juga adaptif terhadap kondisi pesisir dan memiliki nilai ekonomi tinggi karena air dan daging buahnya sangat diminati pasar.
Bagi PT SGM, pemilihan Kelapa Bido bukan hanya karena keunggulan agronomisnya, melainkan karena makna filosofis yang dikandungnya. PT SGM melihat potensi kelapa Bido sebagai bagian dari identitas Maluku Utara. Maka dari itu, penanaman ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap budaya dan sumber daya lokal. Tak hanya satu atau dua pohon, rencananya bibit kelapa ini akan terus ditanam di area perusahaan, bersama dengan tanaman buah tropis dan pohon komersial lainnya.
“Ini bagian dari program berkelanjutan kami. Kami ingin lingkungan kerja tidak hanya produktif, tapi juga hijau dan sehat. Ini juga bisa jadi edukasi sederhana bagi siapa saja yang datang atau bekerja di sini,” tambah Hotlan.
Hijaukan dari Pantai
Langkah penghijauan di kawasan pantai tidak hanya berdampak estetika, tetapi juga menjadi solusi terhadap isu lingkungan seperti abrasi. Pohon kelapa yang ditanam dekat garis pantai mampu membantu menahan tanah dan mencegah erosi pesisir, yang saat ini menjadi isu krusial di banyak wilayah Indonesia.
Melalui inisiatif ini, PT Sumber Graha Maluku berharap dapat berkontribusi secara langsung dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengangkat kembali potensi tanaman lokal Indonesia yang penuh manfaat dan nilai budaya.
Penanaman dilakukan di area belakang kantor perusahaan yang berbatasan langsung dengan pantai dan dermaga speedboat. Lokasi ini dinilai strategis dan simbolis, menunjukkan bahwa upaya menghijaukan bumi bisa dimulai dari halaman sendiri.
“Menanam bibit itu seperti menanam harapan. Butuh waktu, kesabaran, dan konsistensi,” ujar Hotlan E Sitompul, Kepala Divisi HRGA PT SGM, yang turun langsung untuk terlibat dalam kegiatan ini.